Aku perempuan
dan dunia rasaku
Salah kah
perempuan jika terlahir dengan rasa melebihi logika
Jika saja mentari
ada untuk semua
Harusnya keadilan
juga,
Bukan hanya
timpang rancu dan berat sebelah
Menjerit tak
didengar
Bercerita serupa
sampah bagi mata dunia
Lalu guna kami
apa???
Cuma pelengkap,
atrificial atau pemanis kisah???
Aku kamu mereka
kami juga punya logika
Kami punya
senjata dalam intelektulitas bernurani
Sekalipun korban
kami tetap selalu memaafkan
Oleh karena
kodratinya kami penuh kasih
Sedangkan
disana,,,
Banyak mereka
mendengar tapi tak mengerti
Bersuara tapi
hanya serupa semburan kata kosong tanpa maknA
Lalu sebagai
korban ketidakadilan haruskah kami hanya diam?????
Berpasrah dalam
kelemahan dan ketidakberdayaan digagahi dunia tanpa kebenaran atau setidaknya
keadilan kecil










